Layanan Sidang Itsbat Nikah Terpadu di Polres Lombok Barat

Salah satu peserta itsbat nikah

Kamis, 21 Februari 2019 Pengadilan Agama Giri Menang melaksanakan Layanan Sidang Itsbat Nikah Terpadu Bagi Warga Tidak Mampu yang bekerjasama dengan POLRES LOMBOK BARAT dan KEMENAG LOMBOK BARAT. Pelaksanaan Sidang Itsbat Nikah Terpadu ini dilaksanakan di kantor Polres Lombok Barat, Gerung. Sebanyak 53 pasutri yang hadir dalam acara tersebut yang berasal dari Kecamatan Gerung.

Dalam acara pembukaan adalah Bapak Kapolres Lombok Barat AKBP Hery Wahyudi, SIK, serta dari Pengadilan Agama Giri Menang adalah Ketua PA Giri Menang, Baiq Halkiyah, S.Ag. dan Kepala KUA Kecamatan Gerung, serta pasutri yang akan disahkan pernikahannya

Dalam sambutannnya Ketua PA Giri Menang memberikan apresiasi kepada Polres Lombok Barat melalui Kapolres Lombok Barat beserta Jajarannya atas kerjasama yang baik yang telah meyelenggarakan acara sidang itsbat nikah terpadu tersebut. “acara ini sangat luar biasa, polisi kali ini bukan hanya mengatur atau peduli dengan masalah kemanan dan tata cara berlalu lintas namun sangat peduli dengan dengan masalah ketentraman dan ketertiban dalam rumah tangga”, tuturnya.

Para Peserta Itsbat Nikah yang berasal dari Kecamatan Gerung

Beliau juga mengatakan itsbat nikah ini adalah tugas dan wewenang PA Giri Menang yang merupakan program berkelanjutan PA Giri Menang secara merata dan menyeluruh. “Zaman sekarang itsbat nikah itu wajib dilaksanakan bagi masyarakat yang tidak dicatat pernikahannya, dengan adanya itsbat nikah buku nikah bapak ibu dapat dikeluarkan sebagai bukti autentik adanya pernikahan, nantinya berguna untuk bapak ibu menguruas akta kelahiran anak dan pengurusan pasport untuk naik haji” ungkap beliau mengenai pentingnya itsbat nikah tersebut.

Sementara Kapolres Lombok Barat AKBP Heri Wahyudi mengaku sengaja menggelar isbat nikah sebagai rangkaian kegiatan Millenial Road Safety. Nantinya 53 Pasutri yang sudah diisbat nikah akan mengikuti acara nyongkolan massal pada 3 maret mendatang. “Saya  ingin memadukan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus membudidayakan adat budaya Lombok (nyongkolan) yang sebenarnya”, ungkapnya.