Memahami Ramadhan Tahun 2018

Permasalahan awal bulan hijriah adalah wacana paling sering ditemukan dan diperbedatkan menjelang pelaksanaan puasa pada ramadhan, tanggal 1 syawal serta 1 dzulhijjah. Umumnya permasalahan muncul ketika adanya keputusan yang berbeda mengenai kapan sebenarnya awal puasa ataupun idul fitri maupun idul adha antara golongan masyarakat satu dengan lainnya maupun ketetapan pemerintah lewat Kementerian Agama. Perbedaan setidaknya ada muncul dari hari-hari penting pelaksanaan, ada yang mendahului, berada di tengah ataupun lebih lambat dari ketetapan pemerintah yang telah disepakati antara elemen organisasi massa Islam.

Perbedaan dari berbagai golongan masyarakat khususnya bulan ramadhan, syawal dan zulhijjah tidak dapat dibantahkan karena metode dan kriteria  masing-masing golongan berbeda. Setidaknya di Indonesia ada beberapa kelompok masyarakat tradisional yang masih menggunakan cara perhitungan urfi (sistem perhitungan yang sederhana tanpa presisi), menggunakan kondisi alam sebagai pedoman masuknya awal bulan hijriah (berpedoman pada pasang surut air laut atau hitungan periodik sederhana fase bulan) maupun dengan perhitungan yang telah menggunakan data nautika yang diolah dengan metode perhitungan presisi terhadap posisi benda langit.

Upaya penyatuan kalender/ sistem penanggalan hijriah terus diupayakan oleh pemerintah dan pegiat falak seluruh indonesia dengan berkordinasi pada asosiasi ahli falak seluruh dunia. Kritisnya posisi hilal di atas ufuq membuka peluang berbagai diskusi masing-masing pihak, antara yang bersebrangan dengan pemerintah maupun yang pro. setidaknya akan memperkaya khazanah keilmuan yang saat ini sedang berkembang dengan sangat massif pada bangku kuliah maupun komunitas pegiat astronomi.

Tahun 1439 hijriah yang bertepatan dengan tahun 2018 bila dilihat dari berbagai sumber perhitungan ahli maupun lembaga falak menyatakan :

  1. ijtima’ bulan menjelang Ramadhan 1439 H akan terjadi pada tanggal 15 Mei 2018, ketika matahari terbenam posisi bulan baru/hilal masih berada pada posisi minus 0 derajat 2 menit (hilal masih berada di bawah horison), sehingga keesokan harinya masih terhitung tanggal 30 sya’ban 1439 H. Awal ramadhan akan dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Mei 2018 karena pada tanggal 16 mei sore ketika matahari terbenam telah masuk bulan ramadhan (untuk kriteria wujudul hilal Muhammadiyah maupun Imkan Arrukyah Pemerintah ketinggian hilal minus 0 derajat menandakan dilakukannya Istikmal /penggenapan hari menjadi 30 hari bulan sya’ban).
  2. Ijtima’ bulan menjelang Syawal 1439 H akan terjadi pada tanggal 14 Juni 2018, ketika matahari terbenam posisi bulan baru /hilal berada pada ketinggian 7 derajat 35 menit di atas horison sehingga untuk awal syawal 1439 H kriteria wujudul hilal maupun imkan arrukyah telah dapat dipastikan 1 syawal jatuh pada tanggal 15 Juni 2018 (untuk pemerintah dan beberapa organisasi massa Islam lainnya menunggu prosesi rukyah di setiap pos observasi bulan yang terletak di seluruh wilayah Indonesia).
  3. Ijtima’ bulan menjelang Zulhijjah 1439 H akan terjadi pada tanggal 11 Agustus 2018, ketika matahari terbenam posisi bulan baru/hilal berada pada posisi minus 0 derajat 37 menit (hilal masih berada di bawah horison), sehinga keesokan harinya masih terhitung tanggal 30 zulkaedah 1439 H. Awal zulhijjah akan dilaksanakan pada hari Senin, 13 Agustus 2018 karena pada tanggal 12 agustus sore ketika matahari terbenam telah masuk bulan zulhijjah (untuk kriteria wujudul hilal Muhammadiyah maupun Imkan Arrukyah Pemerintah ketinggian hilal minus 0 derajat menandakan dilakukannya Istikmal /penggenapan hari menjadi 30 hari bulan zulkaedah). hari arafah 9 zulhijjah akan terjadi pada hari selasa tanggal 21 Agustus 2018, dan idul adha terjadi pada tanggal 22 Agustus 2018 keesokan harinya.