PENYERAHAN PIAGAM RB KEPADA TOP MANAGEMENT PAGM

(Giri Menang, 02 Juli 2018) Hari pertama kerja pegawai pada bulan juli dibuka dengan apel pagi di halaman pengadilan agama giri menang.  Dipimpin oleh ketua pengadilan, seluruh hakim dan pegawai mengikuti dengan khidmat berbagai arahan ketua menyangkut tema kedisiplinan dalam pelayanan, kinerja serta kebijakan satuan kerja.

         Dalam arahannya ibu ketua menyampaikan kedisiplinan sebagai isu pokok yang dibutuhkan lembaga untuk maju. Kedisiplinan merupakan faktor utama semua kegiatan kerja akankah selesai dengan tuntas ataukah tidak teratasi sama sekali. Pelayanan hukum kepada masyarakat yang diberikan secara disiplin dan sesuai standar operasi penyelenggaraan akan mengangkat moral, kualitas serta nama baik satuan kerja, setidaknya juga menerapkan standar pelayanan merupakan konsistensi untuk berkhidmat pada negara.

       Selain arahan dalam apel pagi yang disampaikan, Ibu ketua juga memberikan secara simbolis piagam Reformasi Birokrasi kepada Drs. Ahmad, S.H., M.H. (Panitera PAGM) dan Muaidi, S.H. (Sekretaris) sebagai hasil kegiatan pendalaman/implementasi reformasi birokrasi di PTA Mataram pada senin, 25 Juni 2018. Harapan ibu ketua dengan telah terselenggaranya kegiatan tersebut dapat menjalankan road map mahkamah agung dalam reformasi birokrasi. Agenda-agenda pencapaiannya berupa melaksanakan revolusi mental, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menguatkan sistem manajemen SDM aparatur, akuntabel, memperkuat peraturan perudang-undangan, menguatkan kelembagaan, tata laksana serta pegawasan. Semua agenda reformasi birokrasi ini diwujudkan dalam visi, misi dan nilai Mahkamah agung serta badan peradilan di bawahnya.

      Pendalaman serta implementasi reformasi birokrasi yang diikuti oleh top management Pengadilan Agama Giri Menang dapat menciptakan wilayah pengadilan agama di NTB bahkan Nasional yang berkualitas dan profesional. Semua agenda tersebut diharapkan dapat mewujudkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan, menyederhanakan proses dalam berperkara, akses bagi masyarakat kurang mampu yang dapat dinikmati serta melayani masyarakat secara prima.